“Setidaknya lima plong dulu lah, karena kondisinya memang sudah parah. Kalau hujan dan angin datang, kegiatan belajar mengajar jadi tidak aman,” ungkapnya.
Namun di sisi lain, muncul dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 1 Darma Agung. Berdasarkan data yang diterima, sekolah tersebut memperoleh dana BOS tahun 2024 sebesar Rp216.200.000.
Dari data itu juga diketahui bahwa sekolah ini setiap tahunnya menganggarkan komponen Pemeliharaan Sarana dan Prasarana sebesar Rp9.475.000, serta komponen Pengembangan Perpustakaan dan Pojok Literasi sebesar Rp13.450.000.
Namun menurut pemerhati pendidikan Kabupaten Lampung Tengah Hidayat, fasilitas seperti perpustakaan dan pojok baca yang disebut dalam laporan penggunaan dana BOS tidak ditemukan secara fisik di sekolah. Ia menilai hal tersebut mengindikasikan adanya mark-up atau penggelembungan anggaran pada sejumlah komponen belanja.












