Josi menyebut, langkah investigasi langsung dilakukan terhadap dapur penyedia makanan MBG (SPPG). Tim dari BPOM Provinsi Lampung dan Dinas Kesehatan turun ke lokasi untuk mengambil sampel makanan serta memeriksa kelengkapan izin dan standar higienitas dapur.
“Secara izin memang masih dalam proses, karena ada antrian pendaftaran yang cukup panjang. Tapi kami sudah lakukan pemeriksaan langsung dan sedang menyusun laporan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk menentukan sumber penyebab kejadian ini,” kata Josi.
Atas instruksi Bupati Lampung Tengah, dapur penyedia MBG yang diduga menjadi sumber kejadian kini dihentikan sementara hingga hasil investigasi dan rekomendasi resmi dikeluarkan oleh BPOM dan Dinas Kesehatan.
“Bupati sudah memerintahkan untuk menghentikan sementara pelayanan dari dapur tersebut sampai hasil rekomendasi keluar,” tegasnya.
Sebagai langkah mitigasi ke depan, Dinas Kesehatan akan memperketat pengawasan dapur MBG. Setiap penjamah makanan nantinya wajib menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap, termasuk tes TBC, hepatitis, dan HIV, serta mengikuti pelatihan kebersihan dan sanitasi dari tim kesehatan lingkungan.












