Kabar perbaikan ini disambut antusias warga sekitar. Salah seorang warga, Rudi (45), mengaku selama ini masyarakat hanya bisa memperbaiki jembatan dengan cara gotong royong seadanya.
“Kalau musim hujan kami was-was sekali, apalagi anak-anak sekolah yang tiap pagi lewat sini. Kayu dan bambu cepat rapuh, jadi sering kami tambal. Mudah-mudahan tahun depan benar-benar dibangun lagi supaya aman,” ucapnya.
Hal senada disampaikan Yanti (34), warga lain yang sehari-hari memanfaatkan jembatan untuk pergi ke kebun. “Kalau bawa hasil kebun terpaksa dipikul, karena motor tidak bisa lewat. Kami sangat menunggu janji pemerintah ini,” katanya.












