Lampung Tengah — Bupati Lampung Tengah, dr. H. Ardito Wijaya, M.K.M., menegaskan bahwa kebudayaan bukan hanya warisan leluhur yang perlu dijaga, tetapi juga aset strategis pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menutup Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Lampung Tengah Tahun 2025, yang digelar di Gedung Sesat Agung Nuwo Balak, Selasa (21/10/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Ardito didampingi Wakil Bupati I Komang Koheri, S.E., M.Sos., serta dihadiri oleh Ketua DPRD Lampung Tengah Febriyantoni, para Forkopimda, Asisten Bidang Administrasi Umum Eko Dian Susanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nurrohman, Plt. Kepala Dinas Kominfotik Dian Tyagita Vidya, dan Ketua PGRI Lampung Tengah Partila Umar.
Acara dimulai dengan laporan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Tengah, yang memaparkan capaian kegiatan selama pelaksanaan PKD 2025. Beragam kesenian dan produk budaya ditampilkan, mulai dari tari tradisional, permainan rakyat, pertunjukan musik daerah, hingga kuliner khas Lampung Tengah, yang melibatkan pelajar, seniman, dan pelaku UMKM dari 28 kecamatan.
Budaya Jadi Penggerak Ekonomi dan Identitas Daerah
Dalam sambutannya, Bupati Ardito Wijaya menegaskan bahwa kebudayaan memiliki peran besar dalam memperkuat identitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kebudayaan bukan sekadar tontonan, tapi menjadi kekuatan yang bisa mendorong kemajuan ekonomi daerah. Ketika seni, kuliner, dan tradisi kita berkembang, maka ekonomi kreatif juga akan tumbuh,” ujar Bupati Ardito.












