Sedangkan GELOWING merupakan singkatan dari Gerebek, Lawan, dan Waspada Stunting, yaitu gerakan terpadu dalam menurunkan sekaligus mencegah munculnya kasus stunting baru.
Menurut Rony, filosofi “Skincare Glowing” juga menggambarkan tujuan program tersebut.
Sebagaimana produk perawatan kulit bekerja memulihkan, menutrisi, dan memperbaiki kondisi kulit hingga tampak sehat bercahaya, Program SEKINKER GELOWING diharapkan menjadi “formula pemulihan sosial-ekonomi” yang mampu memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui rehabilitasi rumah, peningkatan gizi anak, pelayanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga sehingga wajah sosial Kabupaten Lampung Tengah menjadi lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.
Berangkat dari Persoalan Nyata
Lahirnya Program SEKINKER GELOWING bukan tanpa alasan.
Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) per Desember 2025 sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, terdapat 151.202 jiwa atau sekitar 9,8 persen dari total penduduk Lampung Tengah sebanyak 1.541.430 jiwa yang masuk kategori Desil 1 atau masyarakat miskin ekstrem. Mereka tersebar di 28 kecamatan.
Selain persoalan kemiskinan, pemerintah juga masih menemukan kantong-kantong balita rawan stunting di 20 kampung yang berada pada 9 kecamatan prioritas.
Di sisi lain, berkurangnya Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 membuat pemerintah harus mencari pendekatan baru agar program pengentasan kemiskinan tetap berjalan efektif meskipun kemampuan APBD terbatas.
“Karena itu, kami membangun pola kolaborasi antara APBD, CSR perusahaan, dana ZIS Baznas, dan partisipasi masyarakat agar intervensi yang dilakukan tetap optimal, efektif, dan tepat sasaran,” kata Rony.
Empat Keunggulan Program
Menurut Rony Witono, terdapat empat keunggulan utama yang membedakan SEKINKER GELOWING dengan program-program pengentasan kemiskinan sebelumnya.
Pertama, menerapkan konsep Single-Window Intervention, yaitu berbagai bentuk bantuan dan pelayanan pemerintah diberikan secara terpadu di satu lokasi sehingga masyarakat tidak perlu berpindah-pindah untuk memperoleh berbagai layanan.
Mulai dari bantuan sosial, pelayanan kesehatan, rehabilitasi rumah, bantuan sanitasi, bantuan pertanian, hingga pelayanan administrasi kependudukan dilakukan dalam satu rangkaian pelayanan.
Kedua, menggunakan konsep Multi-Sourcing Budget, yakni menggabungkan pembiayaan dari APBD, dana CSR perusahaan seperti PT Gunung Madu Plantations dan PT Gula Putih Mataram, serta dana ZIS Baznas sehingga pelaksanaan program tidak hanya bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
Ketiga, seluruh bantuan diberikan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan pendekatan by name by address, sehingga penerima manfaat benar-benar sesuai data yang telah diverifikasi.
Keempat, pelaksanaan program dilakukan secara bertahap melalui pendekatan fokus lokus prioritas, yakni mendahulukan enam kecamatan dengan kantong kemiskinan terbesar sebelum diperluas ke wilayah lainnya.
Senam Hanya Sebagian Kecil dari Program
Rony menegaskan, masyarakat tidak boleh memahami SEKINKER GELOWING hanya sebagai kegiatan senam.












