“Rumah kami hanya berbatas tembok dengan sekolah, tetapi mengapa tidak ada pertimbangan. Saat kami meminta data siswa yang diterima pun tidak diberikan. Mengapa pihak sekolah tidak mau terbuka dan jujur dalam pelaksanaan SPMB jika memang semua proses sudah sesuai prosedur,” katanya.
Di sisi lain, Sabandi, salah seorang orang tua siswa, juga mengungkapkan adanya dugaan kejanggalan saat pelaksanaan tes SPMB. Menurutnya, pada saat ujian berlangsung terjadi gangguan sistem di salah satu ruang ujian sehingga peserta tidak dapat mengerjakan soal secara maksimal.
“Saat itu anak saya mengaku tidak bisa mengerjakan soal karena sistem mengalami error. Hal itu sudah dilaporkan kepada pengawas, namun tidak ditanggapi. Akibatnya waktu ujian habis dan anak saya tidak dapat menyelesaikan soal dengan maksimal. Nilai tesnya pun tidak memenuhi syarat sehingga dinyatakan tidak lulus,” jelasnya. (Red)












