Menurut Meri, setiap persoalan yang masuk ke Komisi IV harus diproses secara objektif berdasarkan data dan fakta, bukan karena adanya hubungan personal maupun konflik antara pihak-pihak tertentu.
Ungkap Persoalan Lama Soal Ambulans
Dalam kesempatan itu, Meri juga menyinggung persoalan lama terkait bantuan ambulans yang pernah menjadi sorotan publik. Ia mengaku kecewa karena namanya kembali dikaitkan dalam persoalan tersebut, padahal menurutnya pihak yang menerima fasilitas itu bukan dirinya.
“Dulu yang menerima ambulans itu VBW dan lainnya. Sekarang ketika mereka bermasalah, mereka menjual nama saya lagi. Kan tidak lucu begitu. Saya perempuan, masa saya terus yang diinjak-injak? Saya tidak mau,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan kekesalan Meri karena merasa terus-menerus diseret dalam persoalan yang menurutnya bukan bagian dari tanggung jawab pribadinya.
Komisi IV Siapkan Evaluasi Menyeluruh
Meski menolak terlibat dalam konflik personal, Meri memastikan Komisi IV tetap akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelayanan kesehatan di Lampung Tengah. Namun, ia menegaskan langkah tersebut akan dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya menyasar satu rumah sakit.
Menurutnya, Komisi IV telah bersepakat untuk melakukan evaluasi secara adil terhadap seluruh fasilitas kesehatan yang berada dalam ruang lingkup pengawasannya.












