Menurutnya, kondisi jalan yang rusak sudah sangat mengganggu aktivitas warga, mulai dari anak sekolah hingga kendaraan usaha. Ironisnya, di tengah gencarnya slogan pembangunan dan pemerataan, justru masih ada wilayah yang seperti dilupakan.
“Kalau hanya janji, kami sudah kenyang. Yang kami butuhkan itu bukti. Jangan setiap datang survei, difoto, diukur, tapi setelah itu hilang tanpa kabar,” tambah Eko.
Warga pun mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Mereka menilai ada ketimpangan antara janji yang sering disampaikan dengan realisasi di lapangan yang nyaris tak terlihat.












