“Kehadiran kami di sini adalah untuk mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan warga akan kami catat dan kami perjuangkan sesuai dengan kewenangan di tingkat provinsi,” ujar Intan Rehana.
Kegiatan dialog dipandu oleh moderator Ali Sofian SH MH yang juga menjelaskan kepada masyarakat bahwa Intan Rehana merupakan putri dari Bachtiar Basri mantan Wakil Gubernur Lampung.
Ali Sofian menjelaskan bahwa dalam komisinya Intan Rehana membidangi sektor kesejahteraan rakyat atau Kesra yang mencakup program pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah bantuan sumur bor fasilitas pendidikan hingga program kesehatan melalui BPJS.
“Ibu Intan membidangi Kesra termasuk program rehab masjid pembangunan masjid sumur bor serta fasilitas pendidikan seperti WC dan sumber air di sekolah. Terkait BPJS masyarakat juga bisa mengusulkan agar mendapat bantuan iuran yang dibayarkan pemerintah,” jelas Ali Sofian.
Dalam sesi tanya jawab masyarakat menyampaikan berbagai keluhan dan usulan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah persoalan BPJS bagi aparatur tiyuh yang tidak aktif meskipun sebelumnya dibayarkan oleh pemerintah.
Seorang aparatur tiyuh menyampaikan bahwa BPJS miliknya tidak bisa digunakan karena statusnya tidak aktif sehingga saat ini harus menggunakan BPJS mandiri. Selain itu ada juga warga yang menanyakan kemungkinan memindahkan kepesertaan BPJS dari Kabupaten Mesuji ke Tulang Bawang Barat setelah pindah domisili.












