“Hari ini kami jurnalis Lampung Tengah menggelar aksi damai untuk menuntut Pemkab dan DPRD agar mengembalikan pagu anggaran publikasi media tahun 2026. Setiap tahun anggaran media selalu menjadi korban pemotongan, dan puncaknya kini justru dihilangkan,” tegas Riki.
Ia juga menyoroti kinerja Sekretaris DPRD Lampung Tengah, Yasir, yang dinilai kurang cakap dalam membangun komunikasi dengan insan pers.
“Kami meminta kepada Plt. Bupati Komang Koheri agar segera mengganti Sekwan DPRD Lampung Tengah. Kami menilai yang bersangkutan kurang cakap dan justru membuat kegaduhan di kalangan jurnalis,” ungkapnya.
Riki menambahkan, jurnalis Lampung Tengah juga menuntut keterbukaan pengelolaan anggaran publikasi. Menurutnya, selama ini media lokal hanya mendapatkan porsi anggaran yang tidak layak, sementara terdapat media lain yang tidak jelas asal-usulnya justru memperoleh anggaran fantastis.
Sementara itu, Rusmadi, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan yang mewakili Plt. Bupati Lampung Tengah, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah telah menerima dan mencatat seluruh aspirasi jurnalis.












