Dalam sambutannya, Ricky Augusta menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya untuk menyamakan pemahaman seluruh aparatur mengenai sistem manajemen penanganan darurat. Ia menyebutkan bahwa Lampung Tengah memiliki beragam potensi bencana, seperti banjir, angin puting beliung, kebakaran permukiman, hingga tanah longsor.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap aparatur di setiap tingkatan mampu bertindak lebih cepat, terarah, dan profesional saat terjadi keadaan darurat,” ujarnya.












