Namun, usai serah terima proyek, sejumlah warga mengeluhkan kualitas bangunan irigasi yang dinilai mudah rusak. Warga menyebut permukaan bangunan terlihat rontok dan retak, diduga akibat campuran semen dan pasir yang tidak sesuai standar.
Dugaan tersebut menguat setelah warga mendengar penjelasan dari konsultan BBWS mengenai komposisi adukan material yang disebut tidak sesuai ketentuan.
“Hasil bangunannya dipegang saja sudah rontok. Kami menduga ada mark-up atau pengurangan kualitas,” ujar salah satu warga.












