“Santri sekarang harus bisa menguasai teknologi, berperan aktif di dunia digital, dan membawa pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dunia butuh santri cerdas, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” tambahnya.
Selain itu, Abdul Razak juga mengajak seluruh masyarakat Lampung Tengah untuk meneladani semangat perjuangan para santri dan ulama terdahulu. Ia menilai, nilai-nilai yang tertanam di pesantren seperti keikhlasan, kemandirian, dan kesederhanaan dapat menjadi modal besar dalam membangun bangsa.
LSM BASMI sendiri, lanjut Abdul Razak, siap bersinergi dengan semua elemen masyarakat, termasuk kalangan pesantren, dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan berkeadilan. Ia menegaskan bahwa keberadaan pesantren dan santri telah terbukti menjadi pilar moral bagi bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.
“Kami dari LSM BASMI Lampung Tengah mengucapkan terima kasih kepada seluruh santri dan kiai yang terus berjuang menjaga nilai-nilai keislaman di tengah tantangan zaman. Santri adalah garda terdepan dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif dan paham intoleran,” ungkapnya.












