Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan mulai dari teknik pengolahan buah pala menjadi permen herbal, cara menjaga kandungan bioaktif alami pala, hingga strategi pengemasan dan
pemasaran produk lokal berkelanjutan.
Kegiatan ini juga memperkenalkan prinsip ekonomi sirkular, di mana limbah hasil olahan pala dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambahan pupuk organik atau produk turunan lainnya.
Ketua pelaksana kegiatan, Maeda Wahyuningrum, menjelaskan bahwa potensi buah pala di wilayah Pesawaran sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan desa hutan.












