Selain berpotensi membahayakan anak-anak, Bu Lia juga menuturkan bahwa area galian tersebut sering tergenang air saat musim hujan, bahkan bisa mencapai ketinggian hingga dua meter. Kondisi itu dikhawatirkan menjadi sarang hewan berbisa yang dapat mengancam keselamatan warga dan hewan peliharaan.
“Kalau hujan, airnya menggenang dalam. Belum lagi banyak kambing warga yang tidak bisa melintas. Kami berharap pihak perusahaan bisa menutup kembali galian itu atau setidaknya membuat jembatan agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman,” tambahnya.
Hal senada disampaikan oleh Asli Gelar Pengikhan Peduka, salah satu tokoh adat Desa Halangan Ratu. Ia menilai keberadaan galian tersebut sangat berisiko bagi keselamatan masyarakat sekitar.
“Coba bayangkan, kalau musim hujan air bisa mencapai dua sampai tiga meter tanpa ada pagar pengaman. Bagaimana kalau ada anak-anak tercebur ke dalam? Siapa yang akan bertanggung jawab?” ujarnya.












