“Kami juga meminta BGN bergerak cepat melakukan langkah preventif di seluruh SPPG di Lampung Tengah. Jangan sampai ada lagi anak-anak yang menjadi korban akibat makanan MBG yang tidak memenuhi standar,” lanjutnya.
Menurut Eko, program Makanan Bergizi Gratis sejatinya merupakan inisiatif yang sangat baik untuk menekan angka gizi buruk di kalangan pelajar. Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa pengelolaan yang sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan, program tersebut justru bisa membahayakan tumbuh kembang anak.
“MBG ini program yang bagus, tapi kalau pengelolaannya asal-asalan, dampaknya bisa fatal. Anak-anak adalah penerima manfaat, tapi juga paling rentan bila ada kelalaian,” pungkas Eko. (Edi)












