“Program ini bukan hanya soal makan gratis, tapi juga soal pelayanan, kualitas gizi, dan kebersamaan. Pemerintah daerah akan terus mengawalnya agar manfaatnya bisa optimal,” ujar Bupati Ela.
Bupati juga mengaku bahagia melihat wajah ceria anak-anak saat menikmati hidangan gratis. Menurutnya, antusiasme itu menjadi bukti nyata bahwa program MBG memberi dampak positif bagi generasi muda.
EIa menambahkan, MBG tak hanya memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga menciptakan momen kebersamaan. Dengan menu yang sama dan waktu makan serentak, anak-anak belajar tentang rasa persatuan dan kebersamaan.
“Ketika semua anak duduk bersama menikmati menu yang sama, ada rasa persatuan yang tumbuh. Mereka belajar kebersamaan, tidak ada perbedaan antara satu dengan yang lain,” ujar Bupati.
Saat ini, sudah ada 15 dapur MBG yang beroperasi di beberapa titik di Lampung Timur. Dapur-dapur tersebut menjadi pusat penyediaan menu bergizi yang akan didistribusikan ke sekolah-sekolah. Ke depan, pemerintah daerah berencana membangun 53 dapur baru agar semua sekolah terlayani secara merata.












