Lebih jauh, ia berharap para sulinggih yang baru dapat memberikan tuntunan berdasarkan sastra agama Hindu kepada masyarakat, baik di Desa Sumur maupun di wilayah Lampung Tengah secara umum.
“Kita harus hidup rukun, damai, dan saling menjaga agar situasi tetap aman dan harmonis. Perbedaan adalah anugerah yang harus kita syukuri sebagai kekayaan bangsa. Seperti semboyan kita, Bhinneka Tunggal Ika “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”,” tambahnya.












