Selama tiga bulan terakhir, Risky kerap mengeluh sakit kepala hebat, terutama di malam hari. “Kalau kambuh, dia memegang kepala dan menangis kesakitan,” tutur sang ibu, Aida Sari, dengan suara lirih.
Keterbatasan ekonomi semakin membuat keluarga ini terjepit. Suami Aida, Supriyanto, hanya mengandalkan BPJS perusahaan. Namun, mereka khawatir kepesertaan itu akan terhenti karena kontrak kerja diperkirakan selesai pada Oktober 2025.
“Biaya pengobatan tidak semua ditanggung BPJS. Kami benar-benar bingung. Harapan kami hanya ada bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Kabar duka ini sampai ke telinga Anggota DPRD Lampung Tengah dari Partai Gerindra, Victorius Benny Wibisono. Tanpa menunggu lama, ia langsung mendatangi rumah keluarga Risky untuk melihat kondisi bocah tersebut.












