Selain itu, sejumlah perangkat daerah turut memberikan intervensi, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, sunat massal, alat kontrasepsi hingga penyediaan ruang pojok baca.
Rony berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.
“Melalui program inovasi ini diharapkan terjadi penurunan angka kemiskinan dan prevalensi stunting secara bertahap.” Jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui penguatan kemitraan antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
“Ke depan, diharapkan inovasi Sekinker Gelowing dapat terus dikembangkan melalui diversifikasi sumber daya dan penguatan kemitraan.” Ucapnya.
Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Lampung Tengah berharap penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting dapat dilakukan lebih terarah, terukur dan berkelanjutan.
Dalam dokumen penjelasan program, pemerintah daerah menyebut pendekatan fokus dan bertahap dilakukan karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Intervensi pada enam kecamatan dipilih agar program dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak yang lebih besar. (Red)












