“Penyuluh agama harus mampu menjadi penyejuk, memberikan pemahaman keagamaan yang moderat, serta menjaga suasana rukun di tengah masyarakat,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kemampuan penyuluh agama dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana dakwah dan edukasi masyarakat. Menurutnya, perkembangan digital harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi agar penyuluh agama tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, para penyuluh agama diharapkan semakin solid dan mampu menjalankan tugas pembinaan umat secara profesional, adaptif, dan tetap mengedepankan nilai moderasi beragama. (Rls/Ed)












