Ia juga meminta Dinas Pendidikan Lampung Tengah menindaklanjuti temuan tersebut agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan siswa dan orang tua.
“Dinas Pendidikan harus memastikan lingkungan sekolah benar-benar aman dan sesuai dengan fungsi pendidikannya,” tutup Beni.
Sementara itu, perhatian publik terhadap sekolah tersebut mencuat setelah beredarnya video interaksi antara seorang siswa dan Ketua Yayasan Hi. Mahfud yang dinilai tidak mencerminkan etika pendidikan.
Dalam video itu, seorang siswa SMP IT Smart Insani dengan sopan menanyakan soal bangunan rumah singgah (kos) yang baru dibangun di area sekolah.
“Kenapa dibangun kos-kosan lagi, Bapak?” tanya siswa tersebut.












