Menurutnya, kegiatan perang sarung yang sering dianggap sebagai permainan oleh remaja justru berpotensi menimbulkan konflik, perkelahian, hingga membahayakan keselamatan.
“Pada bulan Ramadhan ini kami dari LPA Lampung Tengah berkeliling ke sekolah-sekolah untuk memberikan tausiyah dalam kegiatan pesantren kilat kepada para siswa. Hal ini sebagai bentuk edukasi agar para pelajar memahami nilai-nilai Ramadhan serta menjauhi perilaku negatif seperti perang sarung yang hingga saat ini masih marak terjadi di Lampung Tengah,” ujar Eko Yuwono.
Ia berharap melalui kegiatan edukasi tersebut para siswa dapat lebih memahami makna Ramadhan sebagai bulan penuh berkah yang seharusnya diisi dengan kegiatan ibadah dan aktivitas yang bermanfaat.












