“Sebagai komitmen pemerintah daerah, kami terus memperkuat pembinaan kepada pelaku percepatan penurunan stunting di tingkat kecamatan. Dengan pendekatan berbasis data, kecamatan menjadi unit strategis untuk mengidentifikasi kelompok rentan, seperti ibu hamil, balita, dan anak-anak,” kata Azwar.
Azwar menambahkan, kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat, mulai dari Dinas Kesehatan, Pendidikan, hingga Sosial, agar aksi konvergensi benar-benar efektif dan terukur.
“Penurunan stunting membutuhkan waktu, komitmen, serta kerja keras semua pihak. Harapannya, target nasional bisa tercapai dan Lamtim dapat melahirkan generasi yang lebih sehat, cerdas, serta produktif,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas P3A, Dalduk dan KB Lamtim, Titin Wahyuni, menegaskan bahwa aksi konvergensi ini merupakan rangkaian strategi besar percepatan penurunan stunting.
Dia melaporkan, saat ini terdapat lebih dari 3.400 kader aktif di 24 kecamatan, mulai dari Kader PPKBD, Sub PPKBD, yang siap bekerja di lapangan.












