Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Pemuda di Pesisir Barat ditangkap Polisi.

PESISIR BARAT, MATACAKRAWALA.CO – Polsek Pesisir Tengah mengamankan Pelaku tindak pidana Persetubuhan terhadap anak dibawah umur dengan tindak Kekerasan, pada selasa sore 18/1/2022.

A (18) warga Pekon Pemancar, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat ditangkap Polisi Karena telah melakukan tindak Pidana Persetubuhan disertai Kekerasan Kepada siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan Identitas korban D (17) yang juga merupakan warga Kecamatan Pesisir Utara.

Kapolsek Pesisir Tengah, Kompol Zaini Dahlan, mewakili Kapolres Lampung Barat, AKBP Hadi Saeful Rahman, Selasa malam (18/1) menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Selasa siang, dimana tersangka berinisial AS (18) warga Pekon Pemancar, Kecamatan Pesisir Utara, mengajak Korban berinisial D (17) warga Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat bertemu di pinggir pantai yang berada di pekon Asahan way sindi, Kecamatan Karya Penggawa.

BACA JUGA  Hak Angket DPRD Sumbar dan Sikap Politik Anti Kepalsuan PSI

” Pelaku dengan korban ini baru berkenalan dua hari melalui media sosial. Senin malam pelaku mengatur pertemuan dengan korban lewat pesan singkat WhatsApp dengan dalih ingin bertemu dan berbincang santai”, jelas Kapolsek Pesisir Tengah

Modus pelaku adalah berkenalan, diajak ketemuan. Pertemuan pun terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 13.00 WIB. Obrolan sempat terjadi beberapa menit, Dengan rayuan akan menikahi korban yang baru saja dikenal, tersangka mulai memainkan peran bejatnya. Korban yang merasa dilecehkan berontak dan teriak.

” Saat si korban tersebut berontak dan teriak, tersangka menyekap mulut korban dengan menggunakan tangan serta mencekik leher korban, dengan keadaan tidak berdaya pelaku menyetubuhi korban,”Jelas Kompol Zaini

BACA JUGA  Dalam Hitungan Jam, Tim Crocodile Polsek Pemulutan Berhasil Bekuk Dua Pencuri Aki Mobil

Teriakan korban memancing perhatian warga yang melintas. Warga yang mengetahui langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Pesisir Utara karena korban dan tersangka merupakan warga Pesisir utara.

“Berkat laporan warga, Unit Satreskrim Polsek Pesisir Utara berkordinasi dengan unit satreskrim polsek pesisir tengah untuk mengamankan tersangka yang TKP nya berapa di wilayah hukum polsek pesisir tengah”, tutur Kapolsek

Sejumlah Barang Bukti (BB) yang Berhasil diamankan Polisi diantaranya, Pakaian Korban berupa celana krem panjang, Sendal, Sweater abu-abu,dan jilbab warna hitam.

Guna mempertanggungjawabkan Perbuatannya, Pelaku akan dikenakan Pasal 81 UU RI tahun 2017 tentang peraturan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas uu no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

BACA JUGA  Sikap PB SEMMI Atas Peristiwa Pembacokan Dan Penganiayaan Yang Dialami Ketua Umum SEMMI Jakarta Pusat dan Pengurus

Sementara atas kejadian itu, Korban D mengalami trauma dan masih dirawat. Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here