LAMPUNG SELATAN, MATACAKRAWALA.CO– Sungguh Ironis, ditengah himpitan ekonomi akibat pendemi Covid-19, petani padi di Kecamatan Palas dan Kecamatan Seragi, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) harus menderita karena harga padi anjlok saat panen raya.

Yang lebih menyedihkan lagi, harga padi lebih murah daripada harga dedak yang dijual di pasar. Hal tersebut disampaikan Ujang, salah satu petani padi Desa Mandala Sari, Kecamatan Seragi, Kab. Lamsel, Kamis, 6 Mei 2021.

Ujang mengakatakan, seharusnya para petani dapat tersenyum bahagia atas panen raya padi yang mendekati hari raya Idul Fitri tahun ini. Namun, ini malah sebaliknya, apa yang diterima malah berbanding terbalik, harga padi anjlok, lebih murah dari harga dedak.

BACA JUGA  Kisruh Paripurna DPRD Kabupaten Solok, Solok Muda : Ini Bisa Selesai di Meja Kopi!!

“Harga gabah hasil panen tidak sesuai dengan pengeluaran yang kami keluarkan buat menanam padi. Untuk harga saat ini hanya Rp. 3.500 perkilogram. Jika dihitung dengan pengeluaran sangat jauh.” Keluhnya.

Dirinya berharap kepada Pemerintah Daerah, baik Propinsi Lampung maupun Pemkab Lamsel agar dapat segera menstabilkan harga gabah saat ini.

“Kalau tidak diambil tindakan, kami para petani padi akan rugi. Jadi saya mewakili para petani padi meminta kepada pak Gubernur dan pak Bupati Lampung Selatan agar segera stabilkan harga gabah,” Pintanya.

Sementara saat wartawan matacakrawala.co ingin mengklarifikasi terkait anjloknya harga padi di Kabupaten Lampung Selatan, Bibit Purwanto, Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Lamsel sedang tidak ditempat. Dan nomor Teleponnya pun tak dapat dihubungi.

BACA JUGA  Hamdan Zoelva Apresiasi Sikap Tegas Pemerintah Atas Krisis Israel-Palestina

“Bapak tidak ditempat,” Ujar salah satu Staf Dinas Pertanian Lamsel. (Kim/Cs⁴).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here