JAKARTA, MATACAKRAWALA.CO – Bicara hutang di Indonesia memang tidak ada habisnya, pro kontra selalu ada terhadap persoalan tersebut, bahkan sejak zaman pemerintahan kolonial belanda Indonesia sudah berhutang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, Arven Marta, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (05/06/2021).

Arven mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam berhutang, karena hutang dapat mempengaruhi pembangunan nasional, yang dimana pembangunan nasional ini adalah salah satu indikator terwujud atau tidaknya ketahanan nasional.

“Data dari kementerian keuangan per April 2021 utang Indonesia tembus di angka Rp 6.527,29 triliun atau setara 41,18 persen terhadap Produk domestik bruto (PDB). Saya ingin menyampaikan bahwa landasar dasar dari pihak luar memberikan hutang tentu dilihat dari kemampuan bayar atau dengan dasar koleteral aset. Jika tidak kuat bayar, malah kita bisa bangkrut, negara Yunani dapat kita jadikan contoh,” jelas Arven.

BACA JUGA  Orasi Ilmiah di Seminar IPKN, Kapolri: Sinergitas Polri-Auditor Kunci Cegah Korupsi

Dia mengatakan memang betul batas hutang yang diperbolehkan dalam undang undang (UU) keuangan negara 60 persen dari PDB, namun kita harus waspadai juga PDB tersebut dapat saja dipengaruhi oleh segelintir elit. Apalagi kita liat trend hutang Indonesia terus mengalami kenaikan.

“Pemanfaatan hutang ini memang harus tepat, sekarang kita dapat maklumi karena memang kondisi ekonomi Indonesia yang masih berada dalam fase pemulihan akibat perlambatan ekonomi yang terjadi masa pandemi Covid-19,” tambahnya.

Namun, lanjut Arven, jika digunakan untuk hal selain itu, yang tidak substansial ini malah menjadi ancaman, karena mengingat bunga yang harus di bayar pemerintah sangat tinggi.

“Sebaiknya hutang digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif lagi, bukan malah nanti dengan hutang justru akan mengacaukan ketahanan nasional,” tutupnya.

BACA JUGA  Ricuh, Konfercab HMI Cabang Kota Metro Dinilai Inskonstitusional, Sekum Tuding Ketum Laksanakan Konfercab Sepihak

Pewarta : Dede Prandana
Editor : Fauzaki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here